Minggu, 24 Juni 2012 - 15:17:28 WIB Jadwal pembukaan PON XVIII Riau 2012 yang akan dibuka langsung oleh Predsiden Susilo Bambang Yudhoyono mengalami pengunduran jadwal yang rencananya 9 September 2012 menjadi 11 September 2012. Hal ini karena jadwal Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang akan membuka PON ada agenda di luar negeri.
Demikian disampaikan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal saat memimpin Rapat Koordinator Antar Bidang dan Sub PB PON XVIII, akhir pekan ini Hotel Pangeran, Pekanbaru. "Presiden telah beritahu ke kita, bahwa pada tanggal 9 September itu beliau sedang berada di luar negeri," jelasnya.
Menurut Rusli kepergian Presiden SBY ke luar negeri tidak mungkin dihindari, karena pertemuan yang dihadirinya sangat penting dan dihadiri banyak negara-negara di dunia. "Jadi presiden jauh0jauh hari sudah beritahu kita bahwa beliau akan membuka acara pembukaan PON ini pada tanggal 11 September," ungkapnya.
Meskipun acara pembukaan PON akan diadakan 11 September namun itu tidak akan merubah jadwal pertandingan cabang-cang olahraga di PON. "Jadwal pertandingan tetap seperti yang telah ditetapkan semula, hanya acara pembukaannya saja yang kita mundurkan menjadi tanggal 11 September," tambah Rusli.
Rusli Zainal yang juga Ketua Harian PB PON ini menyebutkan, sebenarnya tanggal 9 September itu merupakan jadwal yang tepat karena bertepatan dengan Hari Olahraga dan bertepatan dengan Ultah Presiden SBY. "Tapi karena presiden harus menghadiri pertemuan di luar negeri, jadwal pembukaan POn terpaksa diundur dua hari," jelasnya lagi.
hasil Rapat Koordinasi dengan Sub PB PON dari kabupaten/kota penyelenggara PON XVIII, diketahui persiapan yang telah dilakukan sudah mendekati rampung. Misalnya saja, kabupaten Siak yang menyelenggarakan cabang olahraga sepatu roda dan balap sepeda, venuesnya sudah selesai 95 persen.
Dalam kesempatan yang sama Ketua I PB PON Riau, Emrizal Pakis mengatakan bahwa hampir seluruh venue yang akan digunakan untuk PON hampir rampung, dan tidak ada masalah lagi. "jadi tidak ada satupun cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XVIII ini dipindahkan ke provinsi lain," tegasnya.**rls
Wah . . Gak patut di contoh
masa kepala desa maen mesum ma gdis masih tergolong dibawah umur???. . zainuddin 28 Juni 2012 - 19:28:48 WIB
Ganti tanah rakayat menurut saya tidak masuk akan keterlauan benar haraganya. Saran saya pemerintah dan DPRD sebaiknya mengajak duduk bersama. Mana mungkin proyek Multiyer ini ganti hanya Rp 12000,00
(dua belas ribu rupiah) per-meter diganti itu belum dipotong pajak. Bukan saya peribadi tidak membangun jembatan tapi apa artinya jikan tidak terbuka semacam ini ? tangkur 08 Juli 2012 - 10:13:26 WIB
banyaknya kayu olahan yang ditangkap tapi dibiarkan sampai lapuk jadi yang merugikan negara bukan rakyat tapi adalah aparat karena dengan lapuknya kayu olahan secara logika negara dirugikan jadi dengan sistem aturan sekarang bukan negara saja yang dirugikan tapi rakyat juga dirugikan. Udin 03 Agustus 2012 - 14:04:19 WIB
Alat Berat nya SDH dilepaskan oleh Dishut kampar, mau hari raya untuk THR kali ya.. Isi Komentar :