Hot Topic

Konversi Gas Harga Mati, Impor Minyak Tembus 1,7 Juta Barel


Konversi Gas Harga Mati, Impor Minyak Tembus 1,7 Juta Barel
22 Mei 2014

Metroterkini.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengamini perhitungan pemerintah bahwa dalam waktu dekat impor Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa menembus 1,7 juta barel per hari. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengklaim, situasi tersebut disebabkan turunnya produksi sumur milik kontraktor swasta.

"Pertamina itu satu-satunya PSC yang produksinya tidak pernah turun, tapi itupun tidak cukup karena pemain lain turun sangat tajam," ujarnya selepas mengisi seminar di Pameran Indonesia Petroleum Association (IPA) ke-38, Jakarta, Kamis (22/5).

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pada 2015 kebutuhan pasokan minyak Indonesia sudah mencapai 1,62 juta barel per hari (bph).

Bila total produksi bersih kilang dalam negeri hanya mencapai 600.000 barel, seperti saat ini, maka impor di masa depan bisa melonjak.

"Jika IPA dan PSC gagal mengcover ini, kita hanya mampu produksi 600.000 ribu barel. Kita bisa impor sampai 1,7 juta barel. Karena tidak ada minyak mentah," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswo Utomo.

Karen menilai, tidak ada jalan lain untuk mengurangi impor selain menghemat konsumsi BBM di dalam negeri. "Produksinya turun, dan demand meningkat, jadi bagaimana caranya kita menghemat," cetusnya.

Selain itu, Pertamina menyarankan pemerintah serius beralih ke komoditas gas. Indonesia kini bukan lagi produsen minyak. Sebaliknya, untuk gas, kandungan di Tanah Air masih sangat tinggi.

"Prospek Indonesia itu gas, jadi yang perlu dicari adalah bagaimana melakukan diversifikasi energi segera," kata Karen.[mer]


Kunjungi Juga Versi Mobile di m.metroterkini.com


Berita Terkait INDEX
Harga Minyak Mentah Naik

Harga Minyak Mentah..

Akibat berita penurunan persediaan minyak Amerika Serikat, menyebabkan harga minyak mentah naik pada Rabu, waktu Amerika,

Minyak Naik, Dolar Melemah

Minyak Naik, Dolar..

NEWYORK (metroterkini.com) - Dalam perdagangan, Kamis (28/10) waktu New York, Harga minyak dilaporkan naik, akibat pedagang


comments powered by Disqus